Seminar Internasional Budaya Melayu dan Literasi Riau 2026: Merawat Jati Diri Melayu di Tengah Arus Digital

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Budaya Melayu merupakan bagian penting dari jati diri yang perlu terus dirawat dan diwariskan lintas generasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya pelestarian budaya dituntut tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional Budaya Melayu dan Literasi Riau 2026 yang digelar di Pantai Tantri Trayana Mundam, Jalan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026.

Mengusung tema “Memajukan Budaya Melayu di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang memadukan seni, budaya, sastra, dan literasi. Forum tersebut juga menghadirkan perwakilan dari empat negara serumpun, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand.

Kehadiran peserta dari sejumlah negara tersebut memperlihatkan adanya ruang dialog dan pertukaran pengalaman dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Melayu di tengah perubahan sosial dan teknologi.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 11 September 2026. Sejak pagi, suasana lokasi dipenuhi aktivitas penyambutan tamu dan peserta dari berbagai daerah maupun negara.

Agenda awal meliputi registrasi, pembagian tanda peserta, hingga pengaturan nomor tenda bagi peserta yang menginap. Aktivitas berlanjut hingga malam melalui gladi resik dan lokakarya yang menjadi bagian dari persiapan kegiatan utama.

Memasuki Sabtu, 12 September 2026, peserta kembali berkumpul sejak pagi. Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian adalah Workshop Seni Gerak (Teater) yang menghadirkan tiga tokoh di bidang seni dan budaya.

Budi Sumarno, pengamat budaya, menyampaikan materi mengenai Kreativitas Seni Budaya. Peserta diajak memahami pentingnya kreativitas dalam mengembangkan seni budaya dengan tetap memperhatikan nilai dan identitas yang menjadi akar tradisi.

Sementara itu, Bedjo Sulaktono, praktisi seni budaya, memberikan materi tentang Pertunjukan Seni Budaya l. Materi tersebut membahas berbagai aspek pertunjukan, mulai dari konsep hingga penerapannya dalam kegiatan seni.

Adapun Umar Tadjuddin, sastrawan sekaligus praktisi budaya, membimbing peserta dalam sesi Olah Vokal dan Karakteristik Pertunjukan. Sesi ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam membangun ekspresi, vokal, dan karakter dalam sebuah pertunjukan.

Workshop tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga terlibat langsung dalam latihan dan persiapan penampilan bersama.

Interaksi antarpeserta menjadi bagian penting dari kegiatan. Kehadiran komunitas Rolling Thunder Vespa turut memberikan warna tersendiri di tengah rangkaian acara, bersamaan dengan agenda penyambutan sejumlah tamu kehormatan.

Setelah jeda untuk istirahat, ibadah, dan makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersih penampilan teatrikal. Proses tersebut dipandu langsung oleh ketiga instruktur bersama seluruh peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang mampu menjembatani tradisi dan perkembangan zaman.

Seni, sastra, teater, dan literasi digital dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Melayu kepada generasi muda dengan cara yang lebih kreatif dan kontekstual.

Pantai Tantri Trayana Mundam pun menjadi ruang pertemuan bagi peserta untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi dalam suasana terbuka di kawasan pesisir.

Lebih dari sekadar rangkaian pertunjukan dan workshop, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan masyarakat dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand dalam semangat menjaga serta mengembangkan warisan budaya Melayu.

Di tengah derasnya perubahan teknologi dan budaya global, tantangannya bukan sekadar mempertahankan tradisi, melainkan memastikan budaya Melayu tetap memiliki ruang untuk tumbuh, beradaptasi, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Berita Terkait

Satlantas Polres Dumai Sisir Lokasi Rawan Balap Liar dan Begal, 25 Sepeda Motor Jadi Sasaran Operasi
BNNK dan Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu dari Malaysia, Disembunyikan di Dinding Koper
PT SMART Tbk Perkuat UMKM Dumai, Siapkan Pembinaan Intensif Mulai Tahun Depan
Gencarkan Patroli KOMPAK, Satreskrim Polres Padang Lawas Tingkatkan Langkah Preventif Bersama Polsek Barumun Tengah
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polres Dumai Bidik 10 Pelanggaran Prioritas
Polsek Sungai Sembilan Gelar Razia Sarang Narkoba, Tiga Orang Diamankan Bersama Barang Bukti
Musda IV Golkar Padang Lawas Segera Digelar, Ahmad Husein: Seluruh Kader Berpeluang Maju
LAM-R Dumai Tegaskan Dana Hibah 2023–2025 Telah Dilaporkan Secara Transparansi Penggunaan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Satlantas Polres Dumai Sisir Lokasi Rawan Balap Liar dan Begal, 25 Sepeda Motor Jadi Sasaran Operasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:45 WIB

BNNK dan Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu dari Malaysia, Disembunyikan di Dinding Koper

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:06 WIB

PT SMART Tbk Perkuat UMKM Dumai, Siapkan Pembinaan Intensif Mulai Tahun Depan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Gencarkan Patroli KOMPAK, Satreskrim Polres Padang Lawas Tingkatkan Langkah Preventif Bersama Polsek Barumun Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polres Dumai Bidik 10 Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru