PETI di Kuansing: Ketamakan Oknum dan Lemahnya Negara yang Memunggungi Lingkungan

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANSING – Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi cermin kelam tata kelola lingkungan di negeri ini. Kerusakan lingkungan akibat PETI tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga menguak taring kepentingan pribadi yang bercokol di balik lemahnya penegakan hukum.

Epi Martison, seniman nasional dan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), tak segan angkat bicara. Dengan nada tajam, ia menyoroti praktik korup yang membiarkan Kuansing terus digerogoti aktivitas tambang ilegal.

“Pemerintah hanya muncul ketika butuh dukungan rakyat, tapi ketika rakyat meminta keadilan, selalu ada alasan klasik seperti tidak ada anggaran.

Apakah itu alasan, atau memang ada pihak yang diam-diam mengambil keuntungan dari PETI ini?” tegasnya.

Menurut Epi, aktivitas PETI tidak mungkin berlangsung tanpa restu diam-diam dari oknum yang berkepentingan.

“Jika mereka tidak mendapatkan keuntungan, PETI sudah lama diberantas. Tapi faktanya, PETI tetap berjalan.

Ini bukan sekadar soal tambang kecil, ini soal skenario besar yang dijalankan oleh mafia besar lewat kaki tangan mereka,” ungkapnya penuh kritis.

Ia juga membandingkan kondisi Kuansing dengan Bangka Belitung, yang menjadi contoh nyata kehancuran lingkungan akibat tambang timah.

“Bangka Belitung kini seperti wajah yang penuh panau-lubang tambang ada di mana-mana.

Apakah Kuansing juga akan dibiarkan hancur seperti itu demi keuntungan segelintir pihak?” katanya dengan nada penuh amarah.

Epi mempertanyakan peran negara yang seharusnya melindungi rakyat dan lingkungan.

“Kok semakin banyak aparat, kebenaran malah semakin sulit ditegakkan? Kok semakin banyak ahli ekonomi, justru ekonomi kita makin hancur? Kok semakin banyak pelestari alam, alam kita makin rusak? Ini semua adalah bukti bahwa kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan rakyat,” ujarnya tajam.

Ia juga menegaskan bahwa kekayaan alam seharusnya menjadi hak anak negeri, bukan segelintir elit yang memperalat aturan.

“Alam ini milik rakyat, bukan pejabat atau mafia yang tamak. Jangan sampai tanah kita yang subur hanya menjadi ladang eksploitasi tanpa akhir, meninggalkan generasi mendatang dengan tanah tandus dan air tercemar,” tegas Epi.

Kerusakan Lingkungan, Sebuah Warisan Buruk,Aktivitas PETI di Kuansing bukan sekadar soal tambang ilegal, tetapi cerminan bagaimana hukum dan moralitas telah dikorbankan demi keuntungan pribadi.

Pemerintah pusat maupun daerah harus bertanggung jawab penuh atas pembiaran ini. Penegakan hukum yang setengah hati, kolusi antara pejabat dan pelaku tambang, serta kurangnya solusi untuk ekonomi alternatif bagi masyarakat, adalah gambaran nyata buruknya tata kelola negeri ini.

Jika negara terus gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya, maka pertanyaan besar harus diajukan: siapa sebenarnya yang dilayani oleh negara ini rakyat atau mafia?

(Zul)

Redaksi : Feri Windria

Berita Terkait

Satlantas Polres Dumai Sisir Lokasi Rawan Balap Liar dan Begal, 25 Sepeda Motor Jadi Sasaran Operasi
BNNK dan Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu dari Malaysia, Disembunyikan di Dinding Koper
PT SMART Tbk Perkuat UMKM Dumai, Siapkan Pembinaan Intensif Mulai Tahun Depan
Gencarkan Patroli KOMPAK, Satreskrim Polres Padang Lawas Tingkatkan Langkah Preventif Bersama Polsek Barumun Tengah
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polres Dumai Bidik 10 Pelanggaran Prioritas
Polsek Sungai Sembilan Gelar Razia Sarang Narkoba, Tiga Orang Diamankan Bersama Barang Bukti
Musda IV Golkar Padang Lawas Segera Digelar, Ahmad Husein: Seluruh Kader Berpeluang Maju
LAM-R Dumai Tegaskan Dana Hibah 2023–2025 Telah Dilaporkan Secara Transparansi Penggunaan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Satlantas Polres Dumai Sisir Lokasi Rawan Balap Liar dan Begal, 25 Sepeda Motor Jadi Sasaran Operasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:45 WIB

BNNK dan Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 5,3 Kg Sabu dari Malaysia, Disembunyikan di Dinding Koper

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:06 WIB

PT SMART Tbk Perkuat UMKM Dumai, Siapkan Pembinaan Intensif Mulai Tahun Depan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Gencarkan Patroli KOMPAK, Satreskrim Polres Padang Lawas Tingkatkan Langkah Preventif Bersama Polsek Barumun Tengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polres Dumai Bidik 10 Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru