Basarnas Turunkan Robot Pencari AirAsia QZ8501

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Amfibi Rusia Bantu Proses Evakuasi Air Asia (VNC/Ikhwan Yanuar)

Tribunriau,-
Menyusul penemuan benda besar di dasar Selat Karimata yang diperkirakan sebagai bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Basarnas siang ini, Minggu (4/1/15) akan menurunkan Remotely Operated underwater Vehicle (ROV). Robot berukuran 50 cm dan berbobot 5 kilogram tersebut dilengkapi sonar dan kamera.

Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa cuaca akan cukup cerah di hari ini, Minggu, 4 Januari 2015. Pernyataan tersebut membuat Basarnas optimis bisa menemukan lokasi pesawat dengan tepat.

Diharapkan, ROV bisa memastikan keberadaan pesawat sebelum tim pencari melakukan penyelaman.

Basarnas menekankan pentingnya kondisi cuaca dalam pencarian menggunakan ROV. Pasalnya, robot tersebut hanya bisa bekerja maksimal dalam perairan berkecepatan arus maksimal 2 knot.

Adapn ROV akan menyisir dasar Selat Karimata dan di saat bersamaan mengirimkan informasi yang ditangkap sonar dan kamera pada monitor yang terhubung di kapal.

“Cuaca cenderung kondusif mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB. Kecepatan angin berkisar 20 knot dan ketinggian ombak masih mencapai 3-4 meter,” kata Kepala stasiun BMKG Pangkalan Bun Lukman Sholeh di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Sementara, mengenai kondisi laut di kawasan Selat Karimata juga dalam kondisi baik. “Di daerah yang di sebutkan ada benda, cuaca masih bersahabat. Kendala masih soal angin dan gelombang, yaitu angin 30 knot dan ombak 4 meter di titik itu,” katanya.

Memanfaatkan kondisi cuaca yang baik, tim penyelam dari Rusia sudah berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Tim Selam Rusia di berangkatkan dengan menggunakan kapal milik KPLP Nilam menuju lokasi pencarian. (vnc/isk)

Berita Terkait

Spanduk Larangan Tak Digubris, DLH Dumai Ancam Denda Rp500 Ribu bagi Pembuang Sampah Liar
Karhutla Mengintai, Polsek Langgam Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan
Perusakan Hutan Jadi Sorotan, Camat Rupat Utara Hadiri Konferensi Pers Kapolda Riau
Tiga Hotspot Terdeteksi di Riau, BMKG Prakirakan Udara Kabur hingga Berawan
Duta Lingkungan UNRI Dukung Kolaborasi Polda Riau dan Universitas Riau di Bidang Lingkungan
umai Turun Langsung Bersihkan Saluran Air di Gang Taufik
Sinergi Bersama Jaga Kebersihan Lingkungan Dumai Barat
Antisipasi Banjir, Tim Peneliti Pasang Smart River Node di Sungai Dumai

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Spanduk Larangan Tak Digubris, DLH Dumai Ancam Denda Rp500 Ribu bagi Pembuang Sampah Liar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Mengintai, Polsek Langgam Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Jumat, 25 September 2026 - 05:06 WIB

Perusakan Hutan Jadi Sorotan, Camat Rupat Utara Hadiri Konferensi Pers Kapolda Riau

Minggu, 20 September 2026 - 10:42 WIB

Tiga Hotspot Terdeteksi di Riau, BMKG Prakirakan Udara Kabur hingga Berawan

Jumat, 18 September 2026 - 15:21 WIB

Duta Lingkungan UNRI Dukung Kolaborasi Polda Riau dan Universitas Riau di Bidang Lingkungan

Berita Terbaru