DUMAI – Sekitar 15.000 santri, kiai, dan masyarakat memadati Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Jalan H.R. Subrantas, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026), dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, TNI, TNI Angkatan Laut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kodim 0320/Dumai turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peran santri dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan membangun masa depan Indonesia.
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si., selaku inspektur upacara.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Kakomlek Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel (CKE) Bayu Wibowo, S.H., M.H.I., yang mewakili Pangdam XIX/Tuanku Tambusai; Wali Kota Dumai H. Faisal, SKM., MARS.; Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji; serta Danramil 01/Dumai Mayor Arh Kusworo Mahardi yang hadir mewakili Dandim 0320/Dumai.
Hadir pula unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Dumai, tokoh agama, serta sejumlah kepala daerah.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Ikrar Santri dan Resolusi Jihad. Kedua momentum tersebut menjadi pengingat atas peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Sekda Provinsi Riau menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Ia mengajak para santri untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, memperkuat persatuan, serta berani berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman.
Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai moral dan kebangsaan sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Karena itu, penguatan pendidikan, karakter, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas.
Sementara itu, Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., melalui Danramil 01/Dumai Mayor Arh Kusworo Mahardi menyampaikan bahwa semangat perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan para ulama serta santri harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan sinergi antara TNI, ulama, santri, serta masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran Kodim 0320/Dumai dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan dukungan terhadap upaya membangun kebersamaan lintas elemen bangsa, terutama dalam menanamkan nilai patriotisme, toleransi, dan semangat gotong royong.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda. Santri tidak hanya diharapkan mampu menjaga warisan keagamaan dan moral bangsa, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam menjawab tantangan zaman serta mewujudkan Indonesia yang maju, bersatu, dan berdaya saing.






