DUMAI – Pemerintah Kota Dumai bersama tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas arah pengembangan wilayah dan potensi Dumai sebagai kawasan strategis dalam rapat yang digelar Rabu, 16 September 2026.
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Said Effendi, S.E., M.M., hadir bersama sejumlah pejabat struktural di lingkungan Dishub.
Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM., MARS., turut hadir di tengah berlangsungnya rapat setelah menyelesaikan agenda lainnya.
Dari BRIN, hadir Peneliti Utama Politik, Prof. R. Siti Zuhro, bersama tim Pusat Riset Politik (PRP) BRIN serta perwakilan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI). Pertemuan juga diikuti Kepala Bappeda, staf ahli, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan UMKM, nelayan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, Said Effendi menjelaskan sejumlah rencana pengembangan sektor transportasi Kota Dumai, khususnya aktivitas pelabuhan serta pergerakan barang dan penumpang melalui jalur laut.
Ia menyampaikan data mengenai arus ekspor barang melalui pelabuhan, termasuk komoditas crude palm oil (CPO), serta data pergerakan penumpang laut yang dihimpun dari berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, data tersebut menjadi salah satu bahan untuk melihat kebutuhan pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi di Dumai, yang memiliki aktivitas kepelabuhanan dan industri cukup signifikan.
Dishub Kota Dumai juga telah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) untuk rencana pengembangan pelabuhan domestik dan internasional yang ditujukan untuk mendukung aktivitas pengiriman barang.
Said Effendi menyampaikan harapan agar rencana tersebut memperoleh dukungan dari pihak-pihak terkait sehingga proses pengembangannya dapat terus didorong sesuai ketentuan dan tahapan yang berlaku.
Selain pengembangan pelabuhan, Dishub memaparkan studi kelayakan mengenai tangki timbun dan penyaluran CPO yang dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Riau (UNRI).
Rencana tersebut, kata dia, telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait, termasuk dari sisi tata ruang.
Pengembangan sektor transportasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan kawasan di Kota Dumai.
Rencana penguatan konektivitas pelabuhan, distribusi barang, serta infrastruktur pendukung dinilai berkaitan dengan upaya Pemerintah Kota Dumai mendorong pengembangan kawasan industri milik Pemko Dumai, yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Dalam konteks tersebut, data sektoral, kajian akademis, serta masukan dari pelaku usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan.
Pertemuan bersama BRIN menjadi ruang untuk mempertemukan data pemerintah daerah dengan perspektif riset serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Melalui forum tersebut, berbagai kajian, data, dan masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan Kota Dumai, khususnya sektor transportasi dan kawasan strategis, pada tahap selanjutnya.
Pembahasan juga membuka ruang bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi kebutuhan, peluang, serta tantangan yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangan wilayah Dumai ke depan.






