DUMAI – Curah hujan tinggi sejak Kamis hingga Jumat, 10–11 September 2026, menyebabkan banjir dan genangan air di sejumlah titik wilayah Kota Dumai, Riau.
Sejumlah kelurahan terdampak di antaranya Teluk Binjai, Buluh Kasap, STDI, Ratu Sima, serta beberapa wilayah lainnya. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang mengalami genangan.
Sejak Kamis hingga Sabtu, Pemerintah Kota Dumai terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan. Perhatian terutama diarahkan pada kondisi drainase sebagai jalur utama aliran air serta pintu-pintu air yang berada di sepanjang jaringan drainase.
Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Penyebabnya antara lain sumbatan sampah dan sedimentasi tanah yang menghambat laju aliran air.
Selain itu, terdapat drainase yang belum terkoneksi dengan baik. Beberapa saluran disebut tertimbun tanah, sementara di sejumlah lokasi lainnya jaringan drainase belum tersedia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperlambat proses surutnya genangan ketika intensitas hujan meningkat.
Untuk memastikan aliran air kembali berjalan, Pemko Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (LH), serta kecamatan setempat melakukan sejumlah langkah penanganan.
Salah satunya dengan membersihkan material dan tumpukan sampah yang menghambat aliran pada saluran drainase.
“Ditemukan banyak sekali sampah yang menyumbat drainase, sehingga aliran air tidak berjalan secara optimal. Hal ini juga yang disinyalir menjadi penyebab genangan air membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk segera surut,” ujar Fatoni dari Dinas PU.
Temuan di lapangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan, tetapi juga kondisi dan konektivitas sistem drainase yang turut memengaruhi kemampuan kawasan dalam mengalirkan air.
Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, yang sejak Kamis turut memantau kondisi banjir di sejumlah wilayah, mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan upaya penanganan agar genangan dapat segera surut.
Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi banjir yang terjadi saat ini, tetapi juga diarahkan pada langkah antisipasi dan mitigasi untuk menghadapi kejadian serupa ke depan.
Pemko Dumai, kata Fahmi, akan mendorong upaya untuk memastikan drainase dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memiliki konektivitas yang baik antarjaringan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan berkepanjangan ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.






