Janji Paisal 2020 dan 2024: Mana yang Sudah Terwujud, Mana yang Masih Ditunggu Warga Dumai?

- Penulis

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Setiap musim Pilkada selalu melahirkan janji, harapan dan keyakinan baru. Namun setelah suara diberikan dan pemimpin terpilih, satu pertanyaan penting akan selalu kembali kepada masyarakat: sejauh mana janji itu benar-benar menjadi kenyataan?

Pertanyaan tersebut bukan bentuk serangan politik. Justru sebaliknya, evaluasi terhadap janji kampanye merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Apalagi masyarakat Dumai telah dua kali memberikan kepercayaan kepada H. Paisal, SKM., MARS, pertama bersama almarhum H. Amris pada Pilkada 2020 dan kemudian bersama Sugiyarto pada Pilkada 2024.

Lalu, bagaimana perjalanan janji tersebut?

Apa yang sudah terlihat hasilnya, apa yang masih berjalan, dan apa yang masih menunggu untuk diwujudkan?

2020: Paisal-Amris Membawa Sejumlah Janji

Dalam Pilkada 2020 , KPU Kota Dumai mencatat H. Paisal, SKM., MARS dan H. Amris, S.Sy sebagai pasangan calon nomor urut 3. Dalam berbagai pemberitaan kampanye dan setelah pelantikan, pasangan Paisal-Amris menyampaikan perhatian terhadap sejumlah persoalan masyarakat, antara lain pelayanan kesehatan, masyarakat tidak mampu, UMKM, administrasi kependudukan hingga peningkatan kesejahteraan.

Sehari setelah pelantikan, pemberitaan Riau Online mencatat Paisal menyampaikan rencana membuat database masyarakat tidak mampu dan membenahi pelayanan administrasi kependudukan. Sementara itu, perhatian terhadap UMKM juga disampaikan Paisal setelah dilantik. UMKM disebut akan menjadi salah satu prioritas pemerintahan.

Bahkan saat pelantikan, Gubernur Riau Syamsuar secara terbuka mengingatkan Paisal-Amris agar memenuhi janji yang disampaikan kepada masyarakat selama kampanye. Namun perjalanan periode pertama tidak berlangsung seperti yang diharapkan.

Paisal-Amris dilantik pada Februari 2021. Tidak lama kemudian, Wakil Wali Kota Amris meninggal dunia pada April 2021. Fakta tersebut patut diperhitungkan ketika masyarakat melakukan evaluasi. Masa efektif pemerintahan Paisal-Amris tidak berlangsung utuh sebagaimana periode kepala daerah pada umumnya.

Karena itu, tidak fair jika seluruh janji 2020 langsung diberi label berhasil atau gagal tanpa melihat konteks perjalanan pemerintahan.

2024: Kepercayaan Masyarakat Justru Semakin Besar

Empat tahun kemudian, Paisal kembali maju dalam Pilkada 2024, kali ini berpasangan dengan Sugiyarto. Hasilnya sangat kuat.

Pasangan Paisal-Sugiyarto memperoleh sekitar 75,12 persen suara, sebuah mandat politik yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Dumai. Mandat besar tentu membawa tanggung jawab yang juga besar.

Dalam kontestasi 2024, sejumlah agenda kembali menjadi perhatian, antara lain penanganan banjir dan rob, pelayanan air bersih, pembangunan stadion, pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kerja, UMKM serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di sinilah masyarakat kemudian memiliki hak untuk bertanya:

Apakah janji tersebut sudah selesai?…..

Jawabannya ternyata tidak sesederhana “sudah” atau “belum”.

Banjir Rob: Ada Pekerjaan, Tetapi Belum Selesai

Persoalan banjir rob merupakan contoh paling jelas. Pemerintah Kota Dumai memang tidak tinggal diam. Pada 2026, Pemko masih menjadikan penanganan banjir rob sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Bahkan pemerintah tengah mengerjakan penataan bantaran Sungai Dumai secara bertahap melalui pembangunan dinding penahan tanah, tanggul dan drainase. Pada awal 2026, program tersebut telah masuk pada beberapa segmen dan pemerintah menargetkan penanganan seluruh segmen dilakukan secara bertahap. Artinya, tidak tepat mengatakan persoalan banjir tidak dikerjakan.

Tetapi pada saat yang sama, masyarakat juga belum bisa mengatakan persoalan tersebut sudah selesai. Sebab pada 2026, banjir rob masih menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan demikian, posisi yang paling objektif adalah: programnya berjalan, tetapi hasil akhirnya masih ditunggu masyarakat. Dan ini justru menjadi pekerjaan penting bagi pemerintahan Paisal-Sugiyarto dalam tiga tahun ke depan.

Stadion: Dari Janji Menjadi Pembangunan Nyata

Hal serupa terlihat pada pembangunan stadion. Program stadion telah masuk dalam pekerjaan pemerintah dan pembangunan dilakukan secara bertahap. Dalam laporan Pemko Dumai, stadion dan sarana pendukungnya dipersiapkan untuk pelaksanaan Porprov 2026.

Artinya, untuk program ini masyarakat sudah dapat melihat bentuk realisasinya. Tantangannya sekarang bukan lagi sekadar membangun, tetapi memastikan stadion tersebut benar-benar selesai, berfungsi maksimal dan memberikan manfaat bagi olahraga serta masyarakat Dumai.

Dengan kata lain, janji sudah bergerak menjadi pekerjaan nyata; yang ditunggu adalah penyelesaian dan pemanfaatannya.

Tenaga Kerja Lokal: Jangan Berhenti di Pelatihan

Persoalan lain yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat adalah tenaga kerja lokal. Dumai merupakan kota industri. Karena itu, masyarakat tentu berharap pertumbuhan industri diikuti dengan semakin besarnya kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.

Pemerintah sendiri dalam evaluasi LKPJ 2024 menyampaikan bahwa Dinas Tenaga Kerja sedang mendorong pendirian Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja atau UPT-LK. Ini merupakan langkah positif. Namun tantangan berikutnya lebih besar, jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan pelatihan, tetapi sulit mendapatkan pekerjaan.

Ukuran keberhasilan program tenaga kerja seharusnya tidak berhenti pada jumlah orang yang mengikuti pelatihan. Lebih jauh, perlu dilihat berapa yang mendapatkan sertifikasi, berapa yang diterima bekerja dan berapa yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Di sinilah pemerintah dapat membuat ukuran keberhasilan yang lebih konkret. Dan yang Paling Penting, Pemerintah Perlu Membuka Rapornya. Masyarakat sebenarnya tidak membutuhkan perdebatan panjang mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah.

Yang dibutuhkan adalah datan. Misalnya:

Berapa janji kampanye 2020 yang sudah selesai?

Berapa yang dilanjutkan pada periode kedua?

Berapa target pembangunan 2024 yang sudah tercapai?

Mana yang tertunda dan apa penyebabnya?
Berapa anggaran yang sudah digunakan?
Dan yang paling penting kapan masyarakat dapat menikmati hasil akhirnya?
Jika pemerintah membuka data tersebut secara berkala, kritik masyarakat akan menjadi lebih sehat. Pemerintah pun memiliki kesempatan menjelaskan bahwa sebuah program belum selesai bukan karena diabaikan, tetapi karena membutuhkan tahapan, anggaran, pembebasan lahan, koordinasi dengan pemerintah provinsi atau pusat, maupun faktor teknis lainnya. Itulah bentuk transparansi yang justru dapat memperkuat kepercayaan publik.

Tiga Tahun ke Depan Adalah Kesempatan Besar

Yang perlu digarisbawahi, pemerintahan Paisal-Sugiyarto masih memiliki waktu yang cukup panjang. Artinya, rapor pemerintahan hari ini belum boleh dianggap sebagai rapor akhir. Masih ada kesempatan untuk mempercepat pembangunan, memperbaiki program yang belum maksimal dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang diwariskan dari periode sebelumnya.

Justru tiga tahun ke depan dapat menjadi periode pembuktian. Jika persoalan banjir rob bisa ditangani secara signifikan, pelayanan air bersih semakin luas, stadion selesai dan berfungsi maksimal, lapangan kerja lokal semakin terbuka, UMKM semakin kuat serta pelayanan kesehatan dan pendidikan semakin baik, maka masyarakat sendiri yang akan memberikan penilaian positif.

Kritik Bukan untuk Menjatuhkan, Tetapi Mengingatkan

AspirasiMasyarakat.id melihat evaluasi terhadap janji politik seharusnya tidak diarahkan untuk mengucilkan H. Paisal maupun pemerintahan yang sedang berjalan. Sebaliknya, kritik harus menjadi alarm sekaligus dorongan.

Sebab kepala daerah yang memperoleh dukungan besar justru memiliki modal politik yang kuat untuk melakukan perubahan. Masyarakat juga perlu memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Tetapi pemerintah pun perlu memberikan kepastian kepada masyarakat melalui target, jadwal, anggaran dan laporan capaian yang terbuka. Dengan demikian, tidak ada lagi perdebatan berdasarkan perasaan, melainkan yang berbicara adalah data dan yang dinilai adalah hasil serta yang menerima manfaat adalah masyarakat.

Pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu membutuhkan retorika politik yang panjang. Masyarakat ingin melihat hal-hal sederhana yang nyata: banjir berkurang, air bersih mengalir, lapangan kerja terbuka, UMKM tumbuh, sekolah dan fasilitas kesehatan semakin baik, jalan semakin nyaman, serta ekonomi masyarakat semakin kuat.

Itulah ukuran paling sederhana dari keberhasilan sebuah pemerintahan. Karena itu, perjalanan H. Paisal sejak 2020 hingga periode keduanya bersama Sugiyarto pada 2025-2030 masih layak dikawal dengan optimisme.

Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memastikan janji yang pernah diberikan tidak berhenti sebagai kata-kata.

Masih ada waktu

Masih ada kesempatan
Dan masih ada harapan besar agar seluruh program yang telah dijanjikan dapat dituntaskan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan seorang kepala daerah bukan diukur dari seberapa banyak janji yang pernah diucapkan, tetapi dari seberapa banyak harapan masyarakat yang berhasil diwujudkan

Berita Terkait

Tim Taekwondo Padang Lawas Borong 18 Medali di Piala Wali Kota Sibolga
DPMPTSP Padang Lawas Dorong Pelaku Usaha Pahami Perizinan Berbasis Risiko melalui OSS
Hotspot Riau Turun Drastis, Tersisa 12 Titik Usai Hujan Mengguyur Sejumlah Wilayah
Warga Bukit Cahaya Gotong Royong Perbaiki Jembatan Kayu yang Mulai Lapuk
Banjir Genangi Sejumlah Wilayah Dumai, Pemko Soroti Kondisi Drainase
Satu IDI Terus Maju, Pengurus Baru Kuansing Didorong Mengabdi dengan Hati
Empat Negara Serumpun Bersatu di Dumai, Tantri Subekti Bawa Budaya Melayu ke Pangggung Internasional
2 Penadah Sepeda Motor Hasil Kejahatan Berhasil di Tangkap
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:34 WIB

Janji Paisal 2020 dan 2024: Mana yang Sudah Terwujud, Mana yang Masih Ditunggu Warga Dumai?

Minggu, 13 September 2026 - 14:49 WIB

Tim Taekwondo Padang Lawas Borong 18 Medali di Piala Wali Kota Sibolga

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

DPMPTSP Padang Lawas Dorong Pelaku Usaha Pahami Perizinan Berbasis Risiko melalui OSS

Minggu, 13 September 2026 - 10:34 WIB

Hotspot Riau Turun Drastis, Tersisa 12 Titik Usai Hujan Mengguyur Sejumlah Wilayah

Minggu, 13 September 2026 - 09:48 WIB

Warga Bukit Cahaya Gotong Royong Perbaiki Jembatan Kayu yang Mulai Lapuk

Berita Terbaru