Terungkap Ada Penegak Hukum Yang Diduga Membeking Kegiatan Ilegal Loging DI Kepulauan Meranti

MERANTI, (MPC) – Hasil Investigasi yang dilakukan secara serentak oleh kolaborasi utusan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat Gema Nusantara. Tim dari perwakilan masyarakat yang tergabung menelusuri wilayah sekitar aliran sungai dan laut selat panjang Kabupaten Kepulauan Meranti di dapati kegiatan melanggar hukum yaitu kegiatan penebangan hutan alam yang di duga tak berizin di lakukan secara masif.

Diungkapkan kepada awak media Genus Bayangkara one oleh pimpinan tim kegiatan investigasi pencari fakta (harles) bahwa tim melakukan kegiatan ini hasil laporan warga yang sudah gerah melihat hutan yang di tebang secara brutal dan tak memikirkan akibatnya di kelak kemudian hari bagi generasi selanjutnya.

Dengan demikian saya coba berkomunikasi kepada beberapa masyarakat dan yang sekarang menjadi tim pencari fakta ini mendapatkan kesepakatan untuk terjun memastikan kebenaran laporan tersebut. Ternyata ketika kami menelusuri laut dan aliran sungai gemala sari yg berada di kecamatan rangsang dan benar saja sungguh mengejutkan saya dan tim melihat kayu hutan alam hasil olahan siap angkut berupa balok tim yang disinyalir hasil pembalakan liar diduga dilakukan oleh orang-orang yang sengaja merusak lingkungan dan hutan demi kepentingan peribadi dan kelompok, kepada tim investigasi saksi mata yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa kayu tersebut milik salah seorang warga dari desa gemala sari yg merinisial (Ed) Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan menuju sungai mekun di kecamatan tebing tinggi timur dan hal yang sama juga kita dapati kayu-kayu berbentuk balok tim ratusan kubik siap di angkut. Di sini berdasarkan informasi yang di dapat dari salah satu pekerja yang kita jumpai di ketahui pemilik kayu-kayu tersebut adalah orang yang sama yaitu (Ed) dan informasinya kayu – kayu tersebut akan di bawa ke pulau batam dan tentu saja ini jadi pertanyaan besar bagi kami “siapa pembeck-up mereka” sehingga mereka bisa dengan leluasa melakukan kegiatan tersebut. Seperti biasanya tanpa bertele-tele saya langsung menghubungi tim siluman kami tentunya untuk mencari tau siapa yang ada di balik ini semua dan alhamdulilah dengan cepat anggota saya sudah mengantongi oknum tersebut dan siap untuk mendalami kebenaran informasi yang kami dapat, jelas harles.

Di tanyakan lagi oleh awak media siapa oknum tersebut ketua tim tidak mau menerangkan secara detile akan tetapi oknum tersebut berinisial (RW) salah satu anggota polres kepulauan meranti yang memegang jabatan penting di sana, jelasnya. Di pertanyakan juga oleh awak media jika sudah didapati bukti-bukti kuat mengenai oknum pembeck-ap tersebut apa yang akan di lakukan oleh tim? Ya tentunya kita akan laporkan ke bagian Paminal Polda Riau dan tentunya kita tembuskan ke Paminal Mabes Polri, karena oknum petugas seperti ini harus dibinasakan toh kalo di biarkan jadi beban masyarakat saja termasuk yang lain jika kita dapati informasi yang lain,” terang ketua Ekda Riau Gemantara itu.

” Kemudian di lain hari tim melakukan lagi penelusuran di daerah selat air mabuk kecamatan tebing tinggi barat, dan benar saja tim lagi-lagi tim menemukan kembali wilayah pembalakan yang tidak kalah dahsatnya yang mana tim melihat kayu – kayu alam berupa kayu log ribuan kubik siap angkut. Menurut pengakuan pengurus yang ada di lokasi kegiatan ini adalah milik kelompok tani tapi nyatanya menurut informasi wilayah tersebut di kuasai pengusaha kilang sagu berinisial (As) yang nantinya akan dibawa ke medan (sumatra utara) akan tetapi yang bertanggung jawab mengurus kegiatan ini orang dari pekanbaru (Ar), ketika kita tanyakan kepada pengurus dilapangan tentang kantor dan namanya serta no yang bisa di hubungi mereka menyatakan tidak tau.

Sementara ketika tim menanyakan pertinggal dokumen keabsahanpun tidak ada, yang anehnya lagi pengurus menyatakan kegiatan ini resmi dan sudah dapat restu dari pihak polres, kan ini sangat aneh dan mencurigakan, dan hebatnya lagi mereka menggunakan nama kelompok tani (kelompok tani swadaya mandiri jaya) untuk menghalalkan kegiatan yg di duga haram itu dan saya yakin ini pasti di dukung oleh banyak oknum yg bermain dan seakan-akan ini resmi tapi untuk pastinya kedepan akan terus kita pelajari dan dalami sampai kita dapati kebenaran yang pasti,” ucap ketua Ekda Gemantara Riau.

Selanjutnya tim melakukan konfirmasi kepada KPH kabupaten kepulauan Meranti bapak Sri Irianto, beliau mengatakan bahwa sudah mengetahui informasi kegiatan ilegal loging dan sudah melaporkan kepada Dinas lingkungan hidup dan kehutanan provinsi yg memiliki gakum (penegakan hukum). Menurut informasi yg d dapat dari masyarakat kegiatan ini sudah cukup lama hampir satu tahunan namun kita hanya bisa melaporkan hal ini saja kepada gakum kehutanan, ini terjadi karena KPH tidak memiliki anggaran dalam penegakan hukum. Sebenarnya miris terdengarnya kalau seperti itukan.

Sambil berbincang – bincang awak media terus mengorek informasi dari ketua tim di pos kumpul tentang kegiatan yg di duga ilegal tapi tidak pernah tersentuh hukum, dan di terangkan juga oleh ketua tim bahwa timnya juga nendapatkan bukti vidio hasil penelusuran tim menurut ucapan
ABK salah satu kapal mengangkut kayu di duga ilegal ini “tidak akan sampai jika tidak lapor kasat” mencengangkan bukan kata salah seorang dari tim. Dengan adanya kegiatan yang diduga kuat ilegal dan terindikasi melibatkan oknum tertentu sebut masyarakat sangat prihatin dan khawatir serta sangat mengharapkan agar investigasi tim ini dapat mengungkap para pemain dan dapat di tindak setegas mungkin oleh penegak hukum mengingat dampak pembalakan tersebut sangat berpotensi pada kehidupan masyarakat luas dan anak cucu kita kedepan, ucap salah satu orang yang di tuakan dl selatpanjang itu.

Menurut Ketua Ekda Gemantara Riau (Harles)masalah temuan ini akan kita lanjutkan kepada Pimpinan Eknas Gema Nusantara Pusat untuk langkah selanjutnya dengan kesepakatan beberapa teman kita dari perwakilan masyarakat yang ikut turun kelapangan. Dan sangat berharap agar ada tindak lanjut secara tuntas dari pihak terkait terlebih pemerintah pusat tentang hal tersebut nantinya,” jelas ketua Ekda Riau (Hrls)

Hingga berita ini dilansir oleh awak media Genus Bayangkara One masih terus dilakukan pendalaman dan koordinasi oleh tim dengan berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah maupun Provinsi Riau, serta langkah selanjutnya masih tahap pada Analisa, melalui Gema Nusantara Riau, jelas pimpinan Ekda Riau bpk Harles kepada jurnalis media Genus Bayangkara One siang tadi”kita verifikasi secara akurat termasuk koordinasi dengan Kapolres Kepulauan Meranti yang sampai saat ini belum bisa di temui.

Ketika di tanya oleh awak media kenapa kapolres belum bisa di temui, ketua Ekda menjelaskan bahwa beliau sudah mencoba menghubungi ajudannya agar bisa minta waktu untuk bersilaturahmi tapi katanya pak kapolres masih sibuk dan itu sudah beberapa hari ini kita lakukan tapi jawabannya juga sama seperti sebelumnya ” ya kita maklumi saja namanya juga pejabat, tapi mudah – mudahan beliau tidak sibuk lagi dan kita bisa jumpa dan minta penjelasan” ucapnya dan setelah bisa jumpa dan minta penjelasan pada beliau barulah akan kita simpulkan langkah selanjutnya kalaupun tidak kita lanjutkan juga dengan bukti-bukti yang terus kita lengkapi. Cuma kita berharap pihak polres tanggap terhadap laporan – laporan kita secara kooperatif dan jangan seperti sebelumnya yang hanya di bola bolakan tentunya kalo seperti ini kalian kan paham apa yang telah terjadi di instanti penegak hukum ini, tapi jika terjadi lagi tentu kita akan lanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi mampu menangani masalah ini.

Dan jika nantinya dikatakan bahwa kegiatan loging tersebut legal, maka kita akan mengajak semua komponen baik dari lembaga sosial kontrol organosasi – organisasi kemasyarakatan lainnya ataupun masyarakat yang ada kususnya masyarakat yang bakal terdampak akibat kegiatan ini melalui utusan akan verifikasi/protes kepada pihak yang paling bertanggung jawab,” tambah pimpinan Gema Nusantara Riau (Harles)

sumber : GemantaraNews.

 

Editor : Feri Windria

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *