Surat Edaran Walikota Dumai Bikin Para Pengusaha Hiburan Malam Menjerit

DUMAI, (MPC) – Walikota Dumai selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Dumai H Faisal. SKM. MARS mengeluarkan surat Edaran Nomer O2 Tahun 2021Tentang Penguatan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Dan Pembatasan Jam Aktifitas Usaha Atau Perdangan Di kota Dumai pada angka 5 menyebutkan, pembatasan jam aktifitas usaha atau perdagangan sampai dengan maksimal pukul 23.00.WIB. di kecualikan usaha sektor essensial seperti SPBU, Klinik Kesehatan, Apotik, dan Transpotasi Kebutuhan Bahan Pokok.

Namun, pemberlakuan aturan ini menimbulkan berbagai pro dan kontra, terutama dari para pengusaha.

Pasalnya, Satuan Polisi pamong praja kota Dumai dalam giat di malam hari sepertinya memfokuskan kepada tempat pelaku pengusaha hiburan malam saja yang di razia.

Pantauwan Mediapesisir.com di lapangan tadi malam masih banyak lagi para pelaku usaha yang buka dijalan Ombak atau Hasanuddin, jalan Sudirman, Sukajadi, dock yard Kelakap Tujuh, masih mengelar usaha dagangan tidak di tegur oleh petugas yang berpatroli di malam hari.

Seolah-olah pemerintah kota Dumai menerapkan peraturan ini tebang pilih.
kebijakan ini disebut akan meredupkan para pelaku tempat hiburan malam. Pemerintah juga harus tegas menegakkan protokol kesehatan dalam aktivitas masyarakat.

Pembatasan jam operasional bisa bisa para pelaku usaha hiburan malam untuk menutup usahanya, karena mempertimbangkan beban biaya operasional yang harus ditanggung.

Pembatasan jam operasional tempat hiburan malam akibat pandemi Corona memukul semua sektor perekonomian dan lahan pekerjaan. Termasuk juga pekerja hiburan malam.

Kebijakan ini juga akan berdampak pada lambatnya proses pemulihan ekonomi masyarakat kota Dumai.

” Salah satu pengusaha tempat hiburan malam yang tidak mau di sebutkan namanaya mengatakan, kami meminta kepada pemerintah kota Dumai juga mempertimbangkan masukan dan kondisi dunia usaha pada saat ini,” ucap nara sumber.

Surat edaran yang dikeluarkan oleh pemeritah mengenai pembatasan kegiatan menyebabkan ketidakpastian bagi dunia usaha tempat hiburan malam, Minggu (18/07/2021).

Pasalnya tidak ada di sebutkan sampai kapan jam operasional tempat hiburan malam bisa normal kembali,” sebut nara sumber.

Bahkan, dia menyebutkan, pembatasan jam operasional berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran ada penurunan omzet,” kata nara sumber.

Dengan adanya aturan baru mengenai pembatasan jam operasional tempat hiburan malam menjadi salah satu sektor yang terdampak langsung.

 

Feri Windria

(Visited 440 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *