Senin Lusa, Kabarnya KPK Panggil Walikota Dumai

DUMAI, ( MPC ) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kabarnya kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap Walikota Dumai, H Zulkifli Adnan Singkah, Senin (07/09/20) lusa.

Pemanggilan ini erat kaitannya dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi, dimana Walikota Dumai itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

”Infonya, Beliau (H Zulkifli AS) kembali dipanggil KPK hari Senin depan tanggal 7 September 2020. Apa agendanya kita belum tahu pasti,” ujar salah seorang sumber, Sabtu (05/09/20) pagi tadi.

Kasus yang menyeret Walikota Dumai itu sudah bergulir lama. H Zulkifli jadi tersangka karena tersandung dua kasus. Pertama, diduga memberikan Rp 550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 Kota Dumai. Perkara kedua yaitu gratifikasi, dimana Zulkifli AS diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Pada sisi lain, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) juga mengagendakan aksi unjuk rasa guna mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera melakukan penahanan terhadap Walikota Dumai, H Zulkifli AS.
Melalui surat nomor : Ist/eks/DPP-GPMI/IX/2020 perihal pemberitahuan aksi unjuk rasa yang ditandatangani Ulul Azmi Putra dan ditujukan ke Dir Intelkam Polda Metro Jaya, DPP GPMI menyampaikan agenda demonstrasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2020 mulai pukul 10.00 WIB di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Persada Kav 4 Jakarta Selatan.

Aksi yang melibatkan sekitar 150 orang mahasiswa itu dalam rangka mendesak KPK agar segera melakukan penahanan terhadap Walikota Dumai H Zulkifli Adnan Singkah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratufikasi.

KPK juga didesak agar segera menuntaskan kasus tersebut. Jika tidak ditanggapi, GPMI mengancam akan terus melakukan aksi demo di KPK.(RC).

Editor : Feri Windria

(Visited 82 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *