Proyek Pelabuhan Sri Junjung Dumai Mangkrak KPA Blokir HP Wartawan

PEKANBARU, (MPC) – Bangunan Terminal Penumpang Bandar Sri Junjungan di Kota Dumai yang katanya akan menjadi pelabuhan pertama penghubung Dumai-Selat Malaka kabarnya hingga saat ini belum bisa dioperasionalkan. Bahkan bangunan nyang mulai dikerjakan sejak tahun 2013 ini terkesan tak terurus.

Sumber informasi menyebutkan, proyek bangunan pelabuhan yang menerapkan inaportnet telah “dilirik” pihak hukum. Sistem inaportnet sendiri telah diterapkan di 16 pelabuhan di Indonesia itu kalau di Dumai Pelabuhan infonya menjadi sarang tikus.

Gedung Terminal Pelabuhan Penumpang Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai itu kini terpantau semakin parah dan di ambang kehancuran. Kabarnya sih proyek ini diduga dikerjakan oknum internal Dinas Perhubungan Provinsi Riau sendiri.

Terlihat lantai dasar gedung tampak tidak rata, pemasangan marmer lantai asal jadi sehingga banyak yang sudah lepas dari lantai. Hal ini juga kemungkinan diakibatkan kontruksi awal yang patut diduga dikerjakan asal jadi, sehingga tanah di bawah marmer amblas.

Menurut Ketua Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI), Bang Mora, kuat dugaan pembangunan pelabuhan ini sarat korupsi dan dugaan penipuan oleh oknum.

“LIPSSI mempertanyakan komitmen penegak hukum khusus dugaan korupsi pembangunan Gedung Terminal Pelabuhan Penumpang Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai dari tahun 2013, 2014, 2015 hingga sampai sekarang yang sudah beberapa kali dianggarkan namun masih belum siap, lalu anggaran “100 persen” itu dikemanakan?,” katanya.

Informasi yang diterima LIPPSI kasus ini sebelumnya menjadi temuan BPK dan kasus ini juga sudah ditangani Jaksa. Namun hingga kini belum jelas kelanjutannya.

“Mengingat lambanyya pengungjkapan kasus ini LIPPSI meminta Jamwas Kejagung RI melakukan supervisi agar kasus ini menjadi jelas dan terang benderang,” pungkasnya.

Sementara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) inisial A dari tahun 2013 tersebut ketika dicoba dikonformasi memblokir semua panggilan. Hingga berita ini dirilis belum ada jawaban dari pihak terkait.**

Sumber : LIPPSI

Editor : Feri Windria

(Visited 100 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *