Pemindahan IKN, Kepemimpinan ASN Dan Bela Negara

MEDIAPESISIR.COM, (ACEH) – Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) akhirnya secara resmi ditetapkan menjadi landasan hukum pemindahan IKN dari Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Negara baru di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimatan Timur yang berbentuk otorita dengan sebutan nama Nusantara.

Adapun alasan pemindahan IKN antara lain adalah disebabkan penduduk di Jawa yang terlalu padat, krisis air bersih, pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, ancaman bahaya banjir, gempa bumi dan tanah turun di Jakarta serta konversi lahan secara massif yang terjadi di Pulau Jawa.

Visi IKN adalah sebagai Kota Dunia untuk semua yang tidak hanya menggambarkan masyarakat yang tinggal di IKN pada masa depan tetapi juga kondisi lingkungan yang akan dipulihkan dan dipertahankan. Visi IKN tersebut dijabarkan dalam tiga tujuan utama yaitu sebagai simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia serta sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Walaupun demikian, kebijakan yang diambil tersebut juga banyak menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat dan alasan terbesar penolakan adalah mengenai pemborosan anggaran dan belum perlunya pembangunan IKN yang baru. Adapun pihak yang menyetujui sebagian besarnya termasuk masyarakat yang berasal dari sekitar lokasi rencana pembangunan IKN karena dinilai akan berdampak pada meningkatnya pembangunan di kawasan sekitar lokasi IKN baru tersebut.

Berpindahnya IKN ke lokasi yang baru diharapkan akan membawa perubahan yang positif terhadap pembangunan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Salah satu perubahan yang diharapkan adalah terwujudnya peningkatan kapasitas sumber daya ASN dan pelayanan publik secara lebih merata.

Salah satu aspek penting yang akan dipengaruhi akibat berpindahnya IKN adalah diharapkan terbentuknya kapasitas kepemimpinan ASN dalam wacana bela Negara. Dipahami bahwa pemindahan IKN akan membawa serta para ASN dari ibukota lama ke ibukota baru sebagai bagian dari pemerataan etos dan budaya kerja dan untuk tetap menjaga keberlangsungan dan kelancaran roda pemerintahan di Ibukota Negara yang baru sesuai ritme yang sudah berjalan selama ini.

Pergeseran lokasi kerja ke IKN yang baru ini tentunya harus dilandaskan pada semangat nasionalisme dan cinta negara yang tinggi dari ASN mengingat lokasi IKN baru tersebut sangat berbeda dari IKN lama dari segala aspek baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya serta juga dari sisi sarana dan prasarana perkotaan dan fasilitas publik lainnya yang sudah jauh lebih lengkap di Provinsi DKI Jakarta sebagai ibukota negara yang lama.

Untuk itu diperlukan rasa cinta dan pengabdian yang besar terhadap negara sehingga mampu membangkitkan semangat para ASN untuk bekerja dan mengabdi demi bangsa Indonesia di IKN yang baru. Selain itu, bagi para ASN yang berasal dari daerah-daerah sekitar lokasi IKN baru yang nantinya juga akan bekerja dan mengabdi di IKN diharapkan dapat memberikan pengabdian terbaik selama bertugas sebagai abdi negara di IKN yang baru karena langsung berkontribusi pada jalannya roda pemerintahan negara Indonesia.

Bertugas dan mengabdi di IKN baru dengan segala fasilitas yang baru tidak hanya membutuhkan etos kerja yang tinggi dari ASN tetapi juga harus dilandasi oleh rasa memiliki terhadap negara atau yang lebih dikenal dengan semangat bela negara sehingga dapat memberikan pengabdian terbaik ketika bertugas di IKN Nusantara.

Kebijakan IKN Nusantara sudah disahkan dengan aturan perundang-undangan, maka sudah wajib bagi para ASN untuk memberikan dukungan terbaik terhadap kebijakan pemerintah nasional tersebut untuk menuju transformasi tatanan ibukota negara sebagai kota dunia yang futuristik sesuai visi pembentukan IKN.

(Feri Windria) 

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *