Pasutri Tega Masukan Sabu 1 Kilo Kedalam Baju Anaknya

MEDIAPESISIR.COM, PEKAN BARU – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Provinsi Riau. BNNP Riau berhasil mengamankan 1 Kilogram sabu-sabu beserta lima tersangka yang diamankan pada tanggal 18 Januari 2019 silam, yakni Rb (22) dan Cd (33) selaku pengedar barang. Kemudian Si (23), pacar dari Bb yang mengetahui barang tersebut dan akan mendapatkan komisi. Selanjutnya ditahan juga No (42) dan Nt (31), pasutri yang membawa balita usia 7 tahun.

Barang haram seberat 1 Kg tersebut disembunyikan dibalik baju yang dikenakan oleh anak dari No dan Nt.

“Kasus ini sedikit unik, karena salah satu tersangka menyimpan barang bukti sabu ini kepada anak bawah umur. Dan barang bukti ini ditemukan didalam baju anak tersebut,” ujar Plt Kepala BNN Provinsi Riau, AKBP Haldun, (29/01).

Awal penangkapan, Lanjut Haldun, BNNP Riau sudah lama mengintai Target Operasi (TO) Cd dan Rb sejak akhir 2018 lalu.

“Setelah kita pantau terus, kita dapat informasi akan ada transaksi pada tanggal 18 Januari lalu,”ujarnya lagi.

Oleh sebab itu, kedua tersangka yang menggunakan mobil jenis Honda CRV sudah diawasi oleh petugas BNN gerak-geriknya sekitar pukul 18.30 WIB di depan Koki Sunda Jalan Sudirman. Lalu tersangka Cd turun dari mobil dan masuk ke mobil lain merek Suzuki Escudo dan seorang pria yang dari mobil Escudo juga turun dan masuk ke mobil CRV. Lalu setelah bergantian penumpang kedua mobil pun melanjutkan perjalanan ke Jalan Kereta Api, Kecamatan Marpoyan Damai.

Setibanya di salah satu swalayan yang ada di Jalan Kereta Api, petugas BNN langsung menggrebek aksi tersangka. Namun penggerebekan berlangsung anggota BNN sempat terkicuh karena barang bukti sabu tidak ditemukan di mobil tersangka.

“Setelah diintai, mereka mengambil barang dari Labersa, kemudian dibawa menggunakan mobil ke Jalan Kereta Api, depan Alfamart. Saat penggerebekan di mobil yang mereka naikin, barang itu hilang. Ternyata disimpan di baju anaknya ini, di dekat perut anaknya,”jelasnya.

Awalnya kita sempat tertipu juga, karena saat kami geledah kami tidak menemukan barang ini. Tapi akhirnya bisa diketahui kalau barang itu ada di baju anaknya, karena kita lihat ibunya ini gelisah, tidak tenang

“Barang bukti dimasukan ke dalam baju anaknya, tepatnya dalam perut. Lalu anaknya dipangku oleh ibunya sehingga sabu tersebut tidak terjatuh,” ungkap Haldun.

Haldun juga mengungkapkan, peredaran barang haram tersebut dikendalikan oleh Napi yang ada di Lapas Pekanbaru.

Saat ini kelima tersangka harus rela berada didalam jeruji besi BNNP Riau yang berada di Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kelima tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 junto 112 ayat 2 serta pasal 132 junto 131 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Sumber :bzam09

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *