Legalitas Lahan Tidak Beres, Diduga Jadi Faktor Utama Gagalnya Proyek Jalan Lingkar Pekanbaru

Foto: Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dari Fraksi Golkar, Ida Yulita Susanti, S.H.,M.H saat memberikan keterangan Pers di Pekanbaru

MEDIAPESISIR.COM, (PEKANBARU) – Dana hibah sebesar Rp 1 Triliun rupiah dari Negara Adidaya Amerika Serikat, untuk membangun infrastruktur di Kota Pekanbaru di prediksi akan batal akibat ketidakmampuan Walikota sebelumnya, yakni Dr Firdaus, ST, MT, dan jajaranya untuk menyelesaikan persoalan legalitas lahan. Rabu, 45/05/2022.

Sebelumnya, anggota DPR RI, Syamsurizal, dari komisi II, sempat menyatakan bahwa Proyek yang bakal di danai dari hibah Amerika itu dipastikan batal karena tidak di dukung oleh Pemprov Riau. Namun pernyataan ini langsung di bantah Pemprov Riau, melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Riau, Emri Juli Harnis.

Harnis menegaskan pembatalan proyek hibah Compact-2 Millennium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat bukan karena Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dinilai tak serius, tetapi justru karena pihak MCC melihat adanya ketidaksiapan dari pihak Pemko Pekanbaru selama ini. Emri mengakui bahwa pihak MCC memang meminta Pemprov Riau untuk mengusulkan rencana baru. Hal ini terkait usulan proyek jalan lingkar Tenayan Raya yang dinilai MCC sulit untuk terus dilanjutkan.

Namun Emri menegaskan proyek yang akan dilaksanakan di Provinsi Riau tetap berlanjut. Bahkan, menurut pengakuannya, pada hari Selasa (24/5/2022) malam, Pemprov Riau masih mengadakan rapat membahas proyek tersebut bersama MCC.

“Prosesnya sudah berjalan sesuai prosedur, sejak awal kita fokus untuk mendapatkan hibah tersebut. Bahkan Pak Gubernur mengikuti secara langsung beberapa pertemuan. Makanya sangat tidak pas kalau disampaikan bahwa Pak Gubernur tidak serius,” kata dia, Rabu (25/5/2022).

Sejak awal, ujar Emri, justru Pemprov Riau yang getol memperjuangkan proyek hibah yang bernilai kurang lebih Rp1,2 triliun itu yaitu Rp483 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp690 miliar untuk pembangunan jembatan. Hal ini dibuktikan dengan intensnya pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) hingga akhirnya Bappenas memilih Riau sebagai salah satu provinsi yang layak mendapat hibah MCC.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Pekanbaru dari fraksi Golkar, Ida Yulita Susanti, S.H.,M.H. Berdasarkan keterangan Ida, yang kerap disapa IYS itu, dirinya justru mendapatkan Informasi yang lebih signifikan tentang sejumlah faktor kegagalan Pemko Pekanbaru dalam membangun infrastruktur di KIT Pekanbaru itu.

,”Bukan saja hanya faktor legalitas yang tidak beres sampai saat ini, melainkan Indikasi lain seperti seringnya gonta-ganti kontraktor dalam pembangunan jalan 70 multiyears juga menjadi catatan pihak MCC untuk melanjutkan pembangunan senilai 1 triliun itu,” sebutnya.

Menurut Ida, jika ada pihak yang menyebutkan, bahwa pembatalan Proyek yang bersumber dari hibah Amerika itu adalah akibat kurangnya dukungan Pemprov Riau, itu tidak benar. Sebab, masih menurut Ida, bahwa dari sejarah pendekatan sejak awal tentang pembangunan jalan lingkar 70 itu adalah dilakukan Gubernur Riau, Drs Syamsuar.

,”Awalnya jalan lingkar hibah MCC itu justru usulan Gubri, sementara untuk memutuskan dapat dibantu atau tidak tentu yang memutuskan adalah pihak dari MCC. Nah MCC ternyata tidak menyetujui, karena memang lokasi kawasan tersebut bermasalah,” ungkap anggota DPRD Pekanbaru tersebut.

Dilanjutkanya, kegagalan Pemko di nilai akibat konsolidasi persoalan tanah yang tidak dapat terselesaikan, jadi bukan karena Pemprov Riau tidak mendukung, tapi murni karena ketidaksiapan pihak Pemko Pekanbaru. ”jelas Ida.

Bahkan Ida mengatakan, bahwa sejak Kawasan Industri Tenayan (KIT) di gaungkan, dan kerap di publikasikan pemko sebagai salah satu keberhasilan Pemko Pekanbaru dan ditetapkan menjadi Proyek strategis Nasional, justru hingga saat ini, menurut IYS yang di kenal dekat dengan masyarakat Pekanbaru itu, dirinya maupun DPRD Pekanbaru belum mendapatkan informasi satupun pihak investor yang sudah menanamkan modalnya disana (KIT).

,”Sejak mengemukanya cerita Pemko Pekanbaru tentang KIT di Tenayan beberapa tahun sebelumnya, sampai saat ini, saya atau kami di DPRD Pekanbaru belum mendapatkan informasi adanya investor yang sudah menanamkan Modal disana, tidak pernah samasekali,” pungkas IYS.

Diketahui, kabar tentang pembatalan pembangunan jalan lingkar Pekanbaru ini menjadi trending topik, bahkan kabarnya, setelah berakhirnya masa kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus ST, MT, sejumlah dugaan penyimpangan-penyimpangan anggaran yang di prediksi terjadi di lingkungan Pemko Pekanbaru akan di Bongkar oleh berbagai pihak untuk supremasi hukum di Pekanbaru.

Guna perimbangan Informasi, awak media ini telah melakukan konfirmasi Elektronik kepada Pemko Pekanbaru, melalui kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi, namun hingga berita ini di muat, Indra Pomi belum merespon.

Editor : Feri Windria

Sumber : AKTUALDETIK.COM

(Visited 26 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *