Guna Menghindari Pencurian Buah Sawit, PT SAI Arahkan Jalan Alternatif

ROKAN HULU, (MPC) – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAI (PT Sawit Asahan Indah) Rokan Hulu ,anak perusahaan grup AAL (Astra Agro Lestarì), bersama pemerintah Desa Lubuk Bendahara Timur serta warga petani kelapa sawit Desa Lubuk Bendahara Timur Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, telah sepakati  membuat fasilitas parit gajah di batas lahan perkebunan Hak Guna Usaha (HGU )perusahaan dan lahan milik warga petani, guna mengurangi aksi pencurian.

Sebelumnya pihak perusahaan juga sudah membuat jalan Alternatif atau jalan produksi baru buat petani di Desa tersebut sepanjang 1,5 KM.

Hal tersebut di sampaikan, Achmad Zulkarnain ,Kepala ADM (administratur) PT SAI melalui Ilka Iskandar SH,CDO (Community Development Officer)PT SAI. Selasa (21/9/2021) saat ditemui di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu.

Menurut, Ilka Iskandar SH, pihaknya telah membuatkan Jalan produksi perkebunan yang terletak di RT. 10, RW 005, Dusun 3, Desa Lubuk Bendahara Timur sepanjang 1,5 Kilo meter.

Lebih lanjut, Ilka Iskandar SH, menyampaikan, bahwa pembuatan parit gajah ini sebelumnya sudah melalui mediasi dan kordinasi antara pihak perusahaan PT SAI, Pemerintah Desa Luberti, dan Kelompok Tani yang memiliki lahan perkebunan di dekat PT SAI atau Afdeling Charlie.

“Sebelum pembuatan parit gajah pembatas tersebut, pihak perusahaan telah berkoordinasi persetujuan bersama warga, ketua kelompok tani serta pemerintah Desa Luberti,” jelas Ilka Iskandar ,CDO PT SAI.

Pembuatan parit gajah di dekat perbatasan kebun HGU PT SAI dan lahan kelompok tani ini upaya penyelamatan aset perusahaan  dan kebun milik warga petani menyikapi tingginya pencurian TBS baik milik perusahaan ataupun milik petani.

Ilka Iskandar juga menjelaskan, saat ini tanah yang sebelumnya jalan produksi sudah beralih fungsi menjadi parit gajah, atas kesepakatan bersama kelompok tani, bahkan PT SAI juga sudah memfasilitasi pembuatan jalan alternatif mengangkut produksi sawit milik petani sepanjang 1,5 KM. Jalan ini menghubungkan kebun petani menuju Lintam, Desa Pematang Tebih .

“kita bukan  memikirkan keuntungan semata, masyarakat di sekeliling perusahaan tetap diperhatikan, semua yang dibutuhkan petani yang ada di dekat Afdeling Charlie tersebut kita akomodir termasuk membuat jalan baru produksi mereka,” jelas Ilka.

Menyikapi hal tersebut Kepala Desa Lubuk Bendahara Timur (Luberti) Fahri Abdullah juga menbenarkan bahwa pembuatan parit gajah di dekat kebun PT SAI dan kelompok tani tersebut sudah melalui mediasi dan kesepakatan bersama.

Dia menyampaikan, mediasi dilakukan 2 bulan lalu, dimana PT SAI bersedia membuat jalan produksi baru untuk kelompok tani.

“Sebelum pembuatan parit gajah tersebut, permintaan kelompok tani agar dibuatkan jalan baru alternatif.dan pihak perusahaan sudah melakukannya dengan menurunkan alat berat guna melaksanakan pengerjaan pembuatan jalan tersebut.” ujar Fahri.

Arisman salah seorang petani sawit berbatas dengan PT SAI  yang di temui, mengaku sangat terbantu dengan adanya  parit gajah tersebut. Sebab sebelum dibuat parit, buah sawit miliknya  juga kerap jadi sasaran pencurian.

“Jadi kami petani sangat terbantu, sebab sekarang akses keluar masuk ke kebun sudah terpantau, karena hanya satu jalan saja, yaitu jalan alternatif baru yang dibuat oleh pihak PT SAI,” ucapnya.

(Kaliun Siregar).

Editor : Feri Windria

(Visited 15 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *