Berebut Kursi Wakil Walikota Dumai Mau “Membantu” Atau Jadi “Benalu”

Foto : Muhammad Zulfan Arif, SH

DUMAI, (MPC) – Sebelum terlalu jauh membahas panasnya perebutan kursi Wakil Walikota (Wawako) Dumai, terlebih dahulu mari kita sempatkan melalui tulisan ini mengirimkan Al Fatihah kepada Almarhum Uwo Amris.

Hasil perbincangan awak media bersama Muhammad Zulfan Arif, SH pada hari Selasa (11/05/2021) tentunya sedikit menarik perhatian terkait dengan kursi Wawako Dumai sepeninggal Alm Uwo Amris dikarenakan telah berhalangan tetap.

“Terlebih dahulu mari kita sempatkan berdoa dan mengirimkan Al Fatihah khusus kepada sosok yang sangat bersahaja tersebut. Semoga beliau (Alm Uwo Amris) diberikan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, Aamiin-aamiin ya rabbal aalamin,”  ungkap pria yang akrab disapa Arif awali percakapan.

‘Ma’af’ sebut Arif SH, sebenarnya saat ini masih enggan dan terlalu dini untuk membahas persoalan kekosongan kursi Wawako Dumai, karena suasana duka yang begitu mendalam masih dirasakan masyarakat Kota Dumai,”  izin Arif.

Lanjut Arif, “sebenarnya ini merupakan reaksi spontan atas adanya oknum-oknum yang dapat dikatakan tidak “ber-etika” disaat Kota Dumai sedang berduka. Malahan sudah terlihat kasak-kusuk membicarakan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Almarhum walaupun isu tersebut sebetulnya tak dapat dielakkan dan menjadi bahan pertanyaan maupun rekaan masyarakat Kota Dumai,”  tuturnya miris.

“Alangkah baiknya isu tersebut untuk saat ini cukup menjadi bahan perbincangan person to person dan tidak untuk di perbincangkan dihadapan publik. Namun satu hal yang perlu disampaikan dalam tulisan ini, ‘tidak ada satupun tokoh-tokoh yang ada di Dumai saat ini yang mampu menggantikan sosok beliau karena selama ini hanya beliaulah yang boleh dikatakan mampu menyatukan masyarakat khususnya suku minang dan menjadikan masyarakat Dumai yang Pluralis,” ungkap Aktivis Himpunan Mahasisiswa lslam (HMI) tersebut.

Beberapa tokoh dikalangan masyarakat, serta nama lain yang ramai diperbincangkan oleh para netizen dan para penikmat setia kedai kopi, tidak etis kita sebut pastinya tahu siapa saja mereka, sekarang secara tiba-tiba (sejak meninggalnya Uwo Amris) santer terdengar disebut-sebut sepertinya mereka itu tidak sebanding ataupun setara dengan Alm Uwo,” pungkasnya.

Kembali ke topik pembahasan, mengenai perebutan “mau membantu atau jadi benalu” saya berpendapat, kalaulah dari nama-nama yang di “elu-elukan” saat ini selain karena sebagai partai pengusung, nama-nama tersebut tidaklah jelas pertimbangannya, integritasnya, dan track recordnya patut dipertanyakan,” urainya lagi.

Menurut Arif, nama-nama tersebut tidak lebih dari sekedar “benalu” yang ingin menumpang untuk mendapatkan popularitas, dan berorientasi pada kelanjutan pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang sehingga misi untuk membuat Kota Dumai menjadi lebih maju bak kata pepatah, “jauh panggang dari api”, imbuhnya.

“Untuk saat ini, biarlah Walikota Dumai H Paisal SKM MARS men “Duda” (pemimpin tunggal.red) karena berfikir dengan kewenangan beliau sebagai Walikota yang memiliki perangkat seperti Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas dan Kepala Badan yang ada di bawahnya itu juga dapat membantu beliau untuk menjalankan tugasnya. Walikota tinggal menunjuk siapa yang layak dan patut untuk membantu tugas beliau sehingga tidak ada urgensi untuk segera menunjuk pengganti Alm Uwo Amris,”  jelasnya lagi.

Maka daripada itu Arif menyarankan, “Biarkanlah saat ini Walikota Dumai H Paisal fokus untuk menjalankan pemerintahannya apalagi dengan adanya target dari beliau dalam 100 hari kerja setelah dilantik. Disitu kita nanti juga akan melihat kinerja dari Walikota Dumai dengan status “DUDA” nya terlebih dahulu, apakah beliau sanggup mengerjakannya seorang diri atau tidak”,

“Karena seperti yang kita ketahui bersama seringkali kita dapati di lapangan, kepala daerah dan wakilnya kurang akur sehingga kalaulah penunjukan Wawako dilaksanakan terburu-buru yang hanya sekedar mengacu kepada amanat Undang-Undang tanpa adanya pertimbangan yang jelas, dikhawatirkan terjadi ketidak akuran dan ketidak cocokan yang mengakibatkan lumpuhnya pemerintahan Kota Dumai. Padahal pemerintahan yang baru ini menjadi harapan baru pula bagi masyarakat untuk lebih baik dari sebelumnya,” harap Arif

Muhammad Zulfan Arif SH diakhir perbincangannya menganalisa dan berpendapat, “Sebagai Walikota Dumai yang tergolong muda dan energik, H Paisal SKM MARS mampu menjalankan roda pemerintahan yang sangat singkat ini yaitu hanya sampai tahun 2024. Meskipun demikian, penunjukan Wawako nantinya diharapkan orang yang mempunyai satu Visi dan Misi untuk memajukan Kota Dumai, bukan malah sebaliknya. “Wallohua’lam Bisshowab,” tutupnya.***

(Visited 207 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *